Rabu, 16 Maret 2016

Published 20.54 by with 0 comment

Agama Islam-Takabur

Takabur

 secara bahasa, kata takabur berasal dari kata kabura yang berarti besar. Takabur berarti merasa besar. Orang yang takabur ialah orang yang merasa dirinya besar (lebih segala-segalanya dari orang lain).
Jadi takabur ialah sikap membanggakandiri dan memandang derajat orang lebih rendah daripada dirinya atau merendahkan orang lain. Orang yang takabur menganggap dirinya yang paling tinggi derajat atau kedudukannya.


Sifat takabur akan membuat seseorang selalu berkeinginan untuk menampakkan diri di hadapan orang lain sebagai orang yang lebih atau paling hebat dibanding orang lain sehingga orang lain sebagai orang lain tampak kecil di hadapannya. Orang yang mempunyai sifat takabur akan dibenci dan ditinggalkan oleh orang lain sehingga dia akan merasa kesepian dalam hidupnya.

Adapun ciri-ciri orang yang memounyai sifat takabur adalah sebagai berikut:

1. Dalam batinnya akan selalu berontak.
Sifat Orang takabur selalu dendam jika dia merasa ada yang menyaingi dalam hidupnya sehingga dalam hatinya menginginkan untuk menjatuhkan orang lain.

2. Secara lahirnya kelihatan angkuh
Sifat orang takbur pada dirinya akan kelihatan sebagai penyebar kezaliman dan pendusta.

Sifat takabur akan menumbulkan kebencian di antara manusia dan tidak akan membawa manfaat, bahkan akan merugikan , baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, Allah sangat membenci orang-orang yang bersifat takabur.

Firman Allah SWT ...

Artinya:
"Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." (Q.S Luqman [31]: 18).
Selain itu, orang yang dalam ibadanya selalu dibarengi dengan sifat sombong dan ria, maka tidak akan diterima ibadanya oleh Allah SWT. Perbuatan tidak bernilai sama sekali. Akibatnya, orang yang memiliki sifat sombong akan dimasukan ke neraka jahanam dalam keadaan terhina dan tidak akan dimasukkan ke surga.
Firman Allah SWT ...

Artinya:
"... Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina." (Q.S Gafir [40]: 60).

Rasulullah saw. bersabda:

Artinya:
"dari Abdullah bin Mas'ud bin Malik r.a dari Nabi saw. beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang terdapat dalam hatinya sifat takabur (sombong) walaupun hanya seberat atom yang sangta halu sekalipun." (H.R Muslim).
Hadist di atas merupakan peringatan bagi orang-orang yang mempunyai sifat takabur karena orang yang mempunyai sifat takabur, walaupun hanya sebesaer atom, maka orang tersebut tidak akan masuk surga. Oleh karena itu, Allah mengutus Rasulullah saw. supaya memberikan penjelasan kepada orang yang belum mengetahui dampak yang diakibatkan dari sifat takabur. Rasulullah mengajarkan kepada kita supaya menjauhi sifat takabur dan menyuruh kepada kita supaya selalu mendekatkan diri kepada Allah dan harus selalu tawaduk (rendah hati) terhadap sesama.

Rasulullah saw. bersabda:

Artinya:
"Dari Rukba al-Misri di berkata, Rasulullah saw. bersabda: Berbahagialah orang yang rendah hati, bukan menghinakan diri dan membelanjakan hartanya pada jalan yang bukan maksiat (yaitu jalan yang baik)." (H.R al-Bukhari).


Menghindari Perilaku Takabur

Adapun cara untuk menjauhkan diri dari sifat takabur dalam kehidupan sehari-hari di kalangna masyarakat, anata lain:
  • Menumbuhkan rasa keimanan dengan selalu mendekatkan (taqarrub) kepada Allah SWT.
  • Memahami kekurangan dan kelemahan diri sendiri.
  • Bersikap tawadu (rendah hati) di hadapan Allah SWT.
  • Menumbuhkan kesadaran untuk saling menghormati antar sesama.
  • Mengendalikan diri dari emosi dan dari hal-hal yang dapat memunculkan sikan membanggakan diri atau sombong.
  • Membiasakan diri untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.
  • Dalam urusan duniawi selalu melihat ke bawah.
Read More
      edit
Published 20.51 by with 1 comment

IPS-Perubahan Sosial Budaya

Perubahan Sosial Budaya

 

Berbagai pengertian perubahan sosial budaya yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi.
  • Max Iver  mengemukakan bahwa perubahan sosial berarti perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan social.
  • Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial merupakan variasi cara-cara hidup yang telah diterima baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan baru dalam masyarakat.
  • Kingsley Davis mengemukakan perubahan sosial sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
  • Bruce J. Cohen menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan struktur sosial dalam organisasi sosial sehingga syarat dalam perubahan itu adalah system sosial, perubahan hidup dalam nilai sosial dan budaya masyarakat.
  • Roucek dan Warren mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan dalam proses sosial atau dalam struktur masyarakat.
  • Selo Sumardjan mengartikan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.
Penyebab Perubahan Sosial-Budaya
A. Faktor intern
a. Faktor demografi
Bertambah atau berkurangnya penduduk suatu masyarakat secara langsung atau tidak langsung akan memengaruhi pola kehidupan masyarakat tersebut. Pertambahan jumlah penduduk secara langsung memengaruhi aspek ekonomi, kepemilikan tanah, dan Berkurangnya jumlah penduduk dapat berakibat langsung pada bidang kegiatan sosial budaya, misalnya kegiatan gotong-royong, upacara adat, dan sebagainya.

b. Pertentangan antargolongan dalam masyarakat
Dalam masyarakat biasanya terdapat kelompok-kelompok yang lebih kecil. Sering kali antarkelompok dalam masyarakat tersebut tidak terjadi kesepakatan mengenai suatu hal. Generasi muda yang dinamis biasanya cepat meniru unsur-unsur baru dari luar. Akan tetapi, generasi tua tidak langsung menerima unsur-unsur baru itu. Inilah yang dikenal dengan pertentangan antargenerasi.

c. Revolusi
Perubahan sosial-budaya dapat terjadi karena suatu revolusi sosial. Menurut Theda Skocpol (dikutip dari Richard J. Gelles dan Ann Levine, 2004: 605), revolusi sosial adalah perubahan sosial-budaya yang terjadi secara besar-besaran dan menyeluruh dalam suatu masyarakat. Bidang-bidang yang biasanya mengalami perubahan sosial budaya karena revolusi sosial adalah bidang politik, struktur kelas sosial, atau ideologi.

d. Penemuan baru
Perubahan sosial budaya juga bisa dipicu adanya inovasi. Inovasi adalah proses sosial budaya yang menerima unsur-unsur kebudayaan baru dan mengesampingkan cara-cara lama yang telah melembaga.

B. Faktor ekstern
a. Faktor lingkungan alam
Perubahan lingkungan alam dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya. Sejarah peradaban manusia membuktikan bahwa banyak bangsa pemburu-peramu menjadi petani menetap karena sumber alamnya berkurang dan tidak mencukupi lagi untuk kehidupan sehari-hari. Bencana alam seperti banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan sebagainya juga menyebabkan terjadi perubahan sosial budaya dalam masyarakat.

b. Kontak langsung
Kontak langsung antarkebudayaan yang berbeda menyebabkan terjadinya pengaruh timbale balik. Misalnya kontak langsung yang terjadi antara dua pedagang India dan pedagang Nusantara menyebabkan masyarakat mengenal dan menganut agama dan kebudayaan Hindu atau Budha.

c. Kontak tidak langsung
Kontak tidak langsung dengan budaya lain bias terjadi melalui media massa, baik media cetak maupun media elektronik. Contoh pengaruh perubahan budaya melalui media massa antara lain perubahan pola konsumsi akibat adanya iklan, peniruan mode pakaian, peniruan gaya rambut, peniruan gaya hidup, dan lain-lain.

d. Peperangan
Peperangan akan menyebabkan pengaruh negatif terhadap sebuah aspek kehidupan masyarakat. Misalnya, perang Irak yang membawa derita dan trauma berkepanjangan bagi rakyat Irak.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya
  • Faktor pendorong perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
  • Timbunan Kebudayaan dan Penemuan Baru
  • Perubahan Jumlah Penduduk
  • Pertentangan atau Konflik
  • Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi
  • Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
  • Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan untuk Maju
  • Sistem Pendidikan Formal yang Maju
  • Orientasi ke Masa Depan
  • Akulturasi
  • Asimilasi
Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
  • Faktor penghambat perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat.
  • Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
  • Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat.
  • Rasa takut dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
  • Hambatan yang bersifat ideologis.
  • Adat atau kebiasaan.
  • Prasangka terhadap hal-hal baru dan menilai bahwa hidup ini buruk, susah, dan tidak mungkin diperbaiki.
Dampak Perubahan Sosial Budaya
Faktor-faktor perubahan sosial budaya tersebut secara langsung atau tidak langsung akan memberikan dampak negatif dan positif. Kita tidak khawatir jika perubahan yang terjadi bersifat positif karena perubahah positif akan memberikan pengaruh baik. Namun, kita harus berhati-hati dengan dampak negatif yang muncul.

a. Akibat Positif
Perubahan dapat terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaan mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menyesuaikan disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaian masyarakat dengan gerak perubahan disebut integrasi.

b. Akibat Negatif
Akibat negatif terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan disebut maladjusment. Maladjusment akan menimbulkan disintegrasi.
Read More
      edit
Published 20.44 by with 0 comment

Bahasa Sunda-Parobahan Harti Kecap

Parobahan Harti

parobahan harti
Harti dina hiji basa téh mindeng barobah. Aya lima perkara anu jadi panglancar kana robahna harti, nyaéta:
1. Basa mibanda sifat barobah;
2. Dina basa sok aya wangunan samar (vaguaness);
3. Dina basa sok aya wangunan anu mibanda harti (ambigous);
4. Dina basa sok kajadian leungitna dadasar; jeung
5. Ayana struktur léksikal.
Jaba ti éta aya genep faktor panyabab robahna harti, nyaéta faktor: (a) linguistik, (b) sosiologis, (c) psikologis, (d) historis, (e) basa deungeun, jeung (f) pangabutuh kana kecap anyar. Parobahan harti aya sababaraha rupa atawa prosés, kayaning:
a. Ngajembaran (generalisasi)
Ngajembaran nyaéta robahna harti kecap anyar anu ambahanana leuwih jembar batan harti kecap heubeul.
– Bapa harti asalna ‘sesebutan ka salakina indung urang’ ayeuna hartina ngalegaan ‘unggal lalaki kolot tur pantes meunang panghormat’.
b. Ngaheureutan (spesifikasi)
Ngaheureutan nyaéta robahna harti kecap anyar anu ambahanana leuwih heureut batan harti kecap heubeul.
– Sarjana harti asalna ‘jalma nu luhung ku élmu, jembar pangabisa’; ayeuna harti ngaheureutan ‘gelar akademis ti paguron luhur’.
c. Ngaluhuran (ameliorasi)
Ngaluhuran nyaéta robahna harti kecap anyar anu ajénna leuwih luhur batan harti kecap heubeul. Contona:
– Wanita harti asalna ‘sesebutan keur ka sato bikang, robahan tina banita, batina, betina’; ayeuna mah ajénna karasa leuwih luhur batan awéwé.
d. Ngahandapan (pejorasi)
Ngahandapan nyaéta robahna harti kecap anyar anu ajénna leuwih handap batan harti kecap heubeul. Contona:
– Bujang jeung lanjang harti asalna mah ‘sesebutan ka jajaka jeung parawan’; ayeuna mah konotasina karasa leuwih handap nyaéta ‘nu mantu-mantu kana pagawéan rumah tangga; babu’.
Read More
      edit
Published 20.41 by with 0 comment

Bahasa Indonesia-Diskusi

Diskusi

Kata diskusi berasal dari kata "discussus" (latin) yang berarti bertukar pendapat. Diskusi biasanya bertujuan untuk memecahkan suatu masalah bersama-sama.

Pihak-pihak Dalam Diskusi

1.Moderator           : Pemimpin diskusi
2.Peserta (audience): Terdiri dari satu kelompok / beberapa kelempok
3.Penyaji                 : Pembina
4.Notulen                : Sekretaris
Read More
      edit
Published 20.32 by with 0 comment

TIK-Internet

Internet

Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").

Sejarah Internet

internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
 
Read More
      edit
Published 20.04 by with 0 comment

IPA Fisika-Energi dan Daya Listrik

Energi Listrik
 
Energi listrik merupakan suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk lain, misalnya:
• Energi listrik menjadi energi kalor / panas, contoh: seterika, solder, dan kompor listrik.
• Energi listrik menjadi energi cahaya, contoh: lampu.
• Energi listrik menjadi energi mekanik, contoh: motor listrik.
• Energi listrik menjadi energi kimia, contoh: peristiwa pengisian accu, peristiwa penyepuhan (peristiwa melapisi logam dengan logam lain).

Jika arus listrik mengalir pada suatu penghantar yang berhambatan R, maka sumber arus akan mengeluarkan energi pada penghantar yang bergantung pada:
• Beda potensial pada ujung-ujung penghantar (V).
• Kuat arus yang mengalir pada penghantar (i).
• Waktu atau lamanya arus mengalir (t).

Berdasarkan pernyataan di atas, dan karena harga V = R.i, maka persamaan energi listrik dapat dirumuskan dalam bentuk :
W = V.i.t
= (R.i).i.t
W = i^2.R.t (dalam satuan watt-detik)

dan karena i = V/R, maka persamaan energi listrik dapat pula dirumuskan dengan:
W = i^2.R.t
= (V/R^2.R.t
W = V^2.t/R (dalam satuan watt-detik)

Keuntungan menggunakan energi listrik:
a. Mudah diubah menjadi energi bentuk lain.
b. Mudah ditransmisikan.
c. Tidak banyak menimbulkan polusi/ pencemaran lingkungan.

Energi listrik yang dilepaskan itu tidak hilang begitu saja, melainkan berubah menjadi panas (kalor) pada penghantar. Besar energi listrik yang berubah menjadi panas (kalor) dapat dirumuskan:
Q = 0,24 V i t……kalori
Q = 0,24 i^2 R t…..kalori
Q = 0,24 V^2.t/R….kalori

Jika V, i, R, dan t masing-masing dalam volt, ampere, ohm, dan detik, maka panas (kalor) dinyatakan dalam kalori.

Konstanta 0,24 didapat dari percobaan joule, Di dalam percobaannya Joule menggunakan rangkaian alat yang terdiri atas kalorimeter yang berisi air serta penghantar yang berarus listrik. Jika dalam percobaan arus listrik dialirkan pada penghantar dalam waktu t detik, ternyata kalor yang terjadi karena arus listrik berbanding lurus dengan:
a. Beda potensial antara kedua ujung kawat penghantar (V)
b. Kuat arus yang melalui kawat penghantar (i)
c. Waktu selama arus mengalir (t).

dan hubungan ketiganya ini dikenal sebagai "hukum Joule"

Karena energi listrik 1 joule berubah menjadi panas (kalor) sebesar 0,24 kalori. Jadi kalor yang terjadi pada penghantar karena arus listrik adalah:
Q = 0,24 V.i.t kalori

Daya Listrik
 
Daya listrik adalah banyaknya energi tiap satuan waktu dimana pekerjaan sedang berlangsung atau kerja yang dilakukan persatuan waktu. Dari definisi ini, maka daya listrik (P) dapat dirumuskan:
Daya = Energi/waktu
P =W/t
P = V.i.t/t
= V.i
P = i^2 R
P = V^2/R (dalam satuan volt-ampere, VA)

Satuan daya listrik :
a. watt (W) = joule/detik
b. kilowatt (kW): 1 kW = 1000 W.

Dari satuan daya maka muncullah satuan energi lain yaitu:
Jika daya dinyatakan dalam kilowatt (kW) dan waktu dalam jam, maka satuan energi adalah kilowatt jam atau kilowatt-hour (kWh).
1 kWh = 36 x 105 joule

Dalam satuan internasional (SI), satuan daya adalah watt (W) atau setara Joule per detik (J/sec). Daya listrik juga diekspresikan dalam watt (W) atau kilowatt (kW). Konversi antara satuan HP dan watt, dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

1 HP = 746 W = 0,746 kW
1kW = 1,34 HP

Sedangkan menurut standar Amerika (US standard), daya dinyatakan dalam satuan Hourse Power (HP)atau (ft)(lb)/(sec).
Read More
      edit
Published 19.18 by with 1 comment

Penjaskes-Sikap Lilin

Sikap Lilin

Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas
(rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada

lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan
menopang pinggang.
Cara melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut:
a. Tidur terlentang, kedua tangan di saping badan, pandangan ke atas.
b. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c. Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada
pinggang.
d. Pertahankan sikap ini beberapa saat.
Read More
      edit
Published 19.06 by with 0 comment

Seni Budaya-Seni Lukis Prasejarah Indonesia

Seni Lukis Prasejarah Indonesia

Pada zaman prasejarah, seni lukisan mempunyai makna dan maksud tertentu. Dibuat pada dinding-dinding gua dan karang. Di gua teknik yang digunakan dengan cara menempelkan tangan di dinding gua, lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna atau disebut aerograph.
Lukisan di gua Leang-leang Sulawesi Fungsi lukisan prasejarah sendiri biasanya dikaitkan dengan kepercayaan magis. Berbagai peristiwa yang dilakukan manusia prasejarah juga sering digambarkan, misalnya aktivitas berburu. Beberapa contoh lukisan prasejarah di Indonesia bisa ditemui di Sulawesi Selatan, tepatnya di Gua Leang-Leang Pattakere di Maros. Lukisan pada dinding gua tersebut menggambarkan adanya aktivitas perburuan yang dilakukan manusia prasejarah Maros. Di tanah Papua, kita mendapati hasil karya manusia pra sejarah di berbagai guanya yang tersebar di berbagai tempat. Salah satu motif yang banyak ditemukan adalah motif cap tangan. Sebagai bangsa Indonesia, tentu penting bagi kita untuk memiliki pengetahuan mengenai seni lukis prasejarah Indonesia ini.

 
Read More
      edit

Senin, 14 Maret 2016

Published 18.05 by with 1 comment

Bahasa Inggris-Degree Comparision

Degree Comparision

Merupakan tingkat perbandingan yang terbagi dengan 3 perbandingan yaitu:
1.Positive Degree
2.Comporative Degree
3.Super Lative Degree
Contoh:

Read More
      edit

Minggu, 13 Maret 2016

Published 18.48 by with 1 comment

IPA Biologi-Pewarisan Sifat

HEREDITAS MENURUT MENDEL

Untuk membuktikan kebenaran teorinya, Mendel telah melakukan percobaan dengan membastarkan tanaman-tanaman yang mempunyai sifat beda. Tanaman yang dipilih adalah tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Alasannya tanaman tersebut mudah melakukan penyerbukan silang, mudah didapat, mudah hidup atau mudah dipelihara, berumur pendek atau cepat berbuah, dapat terjadi penyerbukan sendiri, dan terdapat jenis-jenis yang memiliki sifat yang mencolok. Sifat-sifat yang mencolok tersebut, misalnya: warna bunga (ungu atau putih), warna biji (kuning atau hijau), warna buah (hijau atau kuning), bentuk biji (bulat atau kisut), sifat kulit (halus atau kasar), letak bunga (di ujung batang atau di ketiak daun), serta ukuran batang (tinggi atau rendah).
Beberapa kesimpulan penting tentang hasil percobaan Mendel sebagai berikut.
1. Hibrid (hasil persilangan antara dua individu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan setiap hibrid mempunyai sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari spesies yang sama.
2. Karakter atau sifat dari keturunan suatu hibrid selalu timbul kembali secara teratur dan inilah yang memberi petunjuk kepada Mendel bahwa tentu ada faktor-faktor tertentu yang mengambil peranan dalam pemindahan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3. Mendel merasa bahwa ”faktor-faktor keturunan” itu mengikuti distribusi yang logis, maka suatu hukum atau pola akan dapat diketahui dengan cara mengadakan banyak persilangan dan menghitung bentuk-bentuk yang berbeda, seperti yang tampak dalam keturunan.

1. Terminologi

Untuk mengerti jalannya penelitian Mendel, kamu perlu mempelajari beberapa istilah yang terkait dalam pewarisan sifat .
Istilah-istilah tersebut sebagai berikut.
a. P = singkatan dari kata Parental, yang berarti induk.
b. F = singkatan dari kata Filial, yang berarti keturunan. F1 berarti keturunan pertama, F2 berarti keturunan kedua, dan seterusnya.
c. Fenotipe = karakter (sifat) yang dapat kita amati (bentuk, ukuran, warna, golongan darah, dan sebagainya).
d. Genotipe = susunan genetik suatu individu (tidak dapat diamati).
e. Simbol untuk suatu gen (istilah pengganti untuk “faktor keturunan”) dikemukakan dengan sebuah huruf yang biasanya merupakan huruf pertama dari suatu sifat. Misalnya R = gen yang menyebabkan warna merah (rubra), sedangkan r = gen yang menyebabkan warna putih (alba). Dalam hal ini merah dominan terhadap putih. Oleh karena itu, diberi simbol dengan huruf besar. Gen yang resesif diberi simbol dengan huruf kecil.
f. Genotipe suatu individu diberi simbol dengan huruf dobel, karena individu itu umumnya diploid. Misalnya: RR = genotipe untuk tanaman berbunga merah, sedangkan rr = genotipe untuk tanaman berbunga putih.
g. Homozigotik = sifat suatu individu yang genotipenya terdiri atas gen-gen yang sama dari tiap jenis gen (misalnya RR, rr, AA, AABB, aabb, dan sebagainya)
Heterozigotik = sifat suatu individu yang genotipenya terdiri atas gen-gen yang berlainan dari tiap jenis gen (misalnya Rr, Aa, AaBb, dan sebagainya).
h. Alel = anggota dari sepasang gen, misalnya: R = gen untuk warna bunga merah dan r = gen untuk warna bunga putih, T = gen untuk tanaman tinggi dan t = gen untuk tanaman rendah. R dan r satu sama lain merupakan alel, tetapi R dan t bukan alel.

2. Persilangan antara Dua Individu dengan Satu Sifat Beda

Persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda disebut persilangan monohibrid. Dominasi dapat terjadi secara penuh atau tidak penuh (kodominan). Masing-masing dominasi ini menghasilkan bentuk keturunan pertama (F1) yang berbeda. Persilangan monohibrid akan menghasilkan individu F1 yang seragam, apabila salah satu induk mempunyai sifat dominan penuh dan induk yang lain bersifat resesif. Apabila dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama F1, akan menghasilkan keturunan (individu F2) dengan tiga macam genotipe dan dua macam fenotipe.
Sebaliknya, apabila salah satu induknya mempunyai sifat dominan tak penuh (intermediate), maka persilangan individu sesama F1 akan menghasilkan tiga macam genotipe dan tiga macam fenotipe. Contoh persilangan monohibrid dominan penuh terjadi pada persilangan antara kacang ercis berbunga merah dengan kacang ercis berbunga putih. Mendel menyilangkan kacang ercis berbunga merah (MM) dengan kacang ercis berbunga putih (mm) dan dihasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe (berbunga merah). Pada waktu F2, dihasilkan tiga macam genotipe dengan perbandingan 25% MM: 50% Mm : 25% Mm atau 1 : 2 : 1 dan dua macam fenotipe dengan perbandingan 75% berbunga merah : 25% berbunga putih atau merah : putih = 3 : 1. Pada individu F2 ini, yang berfenotipe merah dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu 2/3 bergenotipe heterozigot (Mm) dan 1/3 homozigot dominan (MM).
Persilangan antara kacang ercis berbunga merah dominan dengan kacang ercis berwarna putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
Monohibrid dominan penuh
Contoh Persilangan Monohibrid
Contoh persilangan monohibrid dominan tak penuh adalah persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dengan tanaman bunga pukul empat berbunga putih. Mendel menyilangkan tanaman bunga pukul empat berbunga merah (MM) dengan putih (mm) menghasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe (berbunga merah muda). Pada individu F2 dihasilkan tiga macam genotipe dengan perbandingan 25% MM : 50% Mm : 25% mm atau 1 : 2 : 1 dan 3 macam fenotipe dengan perbandingan 25% berbunga merah : 50% berbunga merah muda : 25% berbunga putih atau merah :
merah muda : putih = 1 : 2 : 1. Pada individu F2 ini yang berfenotipe merah dan putih selalu homozigot, yaitu MM dan mm. Persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dominan dengan bunga pukal empat berbunga putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
Monohibrid dominan tidak penuh
Rasio fenotipe dan genotipe
Jika kita perhatikan kedua contoh persilangan di atas, pada saat pembentukan gamet terjadi pemisahan gen-gen yang sealel, sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah gen saja. Misalnya pada tanaman yang bergenotipe Mm, pada saat pembentukan gamet, gen M memisahkan diri dengan gen m, sehingga gamet yang
terbentuk memiliki gen M atau gen m saja. Prinsip ini dirumuskan sebagai Hukum Mendel I (Hukum Pemisahan Gen yang Sealel) yang menyatakan bahwa “Selama meiosis, terjadi pemisahan pasangan gen secara bebas sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya.”

3. Persilangan antara Dua Individu dengan Dua Sifat Beda

Persilangan antara dua individu dengan dua sifat beda disebut juga persilangan dihibrid. Pada persilangan tersebut Mendel menyilangkan tanaman ercis dengan biji yang mempunyai dua sifat beda, yaitu bentuk dan warna biji. Kedua sifat beda tersebut ditentukan oleh gen-gen sebagai berikut.
B = gen yang menentukan biji bulat.
b = gen yang menentukan biji keriput.
K = gen yang menentukan biji berwarna kuning.
k = gen yang menentukan biji berwarna hijau.
Jika tanaman kapri yang berbiji bulat kuning (BBKK) disilangkan dengan kapri yang berbiji keriput hijau (bbkk), semua tanaman F1 berbiji bulat kuning. Jika tanaman F1 dibiarkan mengadakan penyerbukan sendiri, F2 memperlihatkan 16 kombinasi yang terdiri atas empat macam fenotipe, yaitu tanaman berbiji bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning, dan keriput hijau. Dalam percobaan ini Mendel mendapatkan 315 tananman berbiji bulat kuning, 100 tanaman berbiji bulat hijau, 101 tanaman berbiji keriput kuning, dan 32 tanaman keriput hijau. Angka-angka tersebut menujukkan suatu perbandingan fenotipe yang mendekati 9 : 3 : 3 : 1.
Pada saat pembentukan gamet (pembelahan meiosis) anggota dari sepasang gen memisah secara bebas (tidak saling memengaruhi). Oleh karena itu, pada persilangan dihibrid tersebut terjadi empat macam pengelompokan dari dua pasang gen, yaitu:
a. gen B mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet BK;
b. gen B mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet Bk;
c. gen b mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet bK;
d. gen b mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet bk;
Prinsip tersebut di atas dirumuskan sebagai Hukum Mendel II (Hukum Pengelompokkan Gen secara Bebas) yang menyatakan bahwa:
a. setiap gen dapat berpasangan secara bebas dengan gen lain membentuk alela,
b. keturunan pertama menunjukkan sifat fenotipe dominan,
c. keturunan kedua menunjukkan fenotipe dominan dan resesif dengan perbandingan tertentu, misalnya pada persilangan monohibrid 3 : 1 dan pada persilangan dihibrid 9 : 3 : 3 : 1.
Untuk memperjelas pemahamanmu tentang persilangan dihibrid, perhatikan bagan persilangan antara kapri (ercis) biji bulat warna kuning dengan kapri biji keriput warna hijau yang menghasilkan F1 berupa kapri berbiji bulat warna kuning.
Contoh Pesilangan Dihibrid
Perbandingan genotipe F2
= BBKK : BBKk : BkKK : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk
= 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1
Perbandingan fenotipe F2
= bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau
= 9 : 3 : 3 :1

4. Beberapa Rumus untuk Memprediksi Mengenai Keturunan

Dari berbagai contoh persilangan di atas dapat disusun rumus-rumus untuk memprediksi beberapa hal yang ada hubungannya dengan keturunan, seperti banyaknya macam gamet yang dibentuk oleh suatu individu, jumlah kombinasi F2, banyaknya macam genotipe F2, dan banyaknya macam fenotipe F2. Perhatikan Tabel 5.2 berikut.
tabel rumus persilangan
Read More
      edit
Published 18.10 by with 0 comment

PKN-Globalisasi

WikiProject Globalization Logo.svgGlobalisasi 

adalah proses kesalingterikatan, kesalingmempengaruhi, dan kesalingtergantungan antarnegara yang tidak bisa delakan dalam segala bidang, yang membawa peluang sekaligus tantangan.

Peristiwa/aspek yang mempengaruhi Globalisasi

- Ekspansi Eropa dengan navigasi dan perdagangan
- Revolusi industri yang mendorong pencarian pasaran hasil industri
- Pertumbuhan kolonialisme dan imperialisme
- Pertumbuhan kapitalisme (pengelompokan)
- Pada pasca Perang Dunia II meningkatlah telekomunikasi serta tranportasi mesin jet
Read More
      edit

Selasa, 08 Maret 2016

Published 19.14 by with 1 comment

Matematika-Peluang

Memahami Definisi dan Rumus Peluang dalam Matematika


Definisi Peluang
Peluang dapat didefinisikan sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa.

Di dalam materi mengenai peluang, dikenal beberapa istilah yang sering digunakan, seperti:

Ruang Sampel
Merupakan himpunan dari semua hasil percobaan yang mungkin terjadi.

Titik Sampel
Merupakan anggota yang ada di dalam ruang sampel

Kejadian
Merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.

RUMUS PELUANG MATEMATIKA

Frekuensi merupakan perbandingan antara banyaknya percobaan yang dilakukan dengan banyaknya kejadian yang diamati. Frekuensi dapat diketahui dengan menggunakan rumus:





Apabila setiap titik sampel dari anggota ruang sampel S mempunyai peluang yang sama, maka peluang kejadian K yang jumlah anggotanya dinyatakan dalam n(K) dapat diketahui dengan rumus :





Peluang munculnya kejadian dapat diperkirakan melalui notasi di bawah ini:


Apabila nilai P(K) = 0 maka kejadian K tersebut sangat mustahil untuk terjadi


Apabila nilai P(K) = 1 maka kejadian K tersebut pasti akan terjadi

Read More
      edit